Thursday, October 26, 2017

Puisi - Tiada Judul Beribu Makna

Cerita, Puisi, Terbaik, Kata Kata Mutiara, Cerpen, rindu, senja, kisah, Dongeng, 2017, galau, tersiksa, pilu, butiran, cahaya,  
Puisi - Tiada Judul Beribu Makna
Puisi - Tiada Judul Beribu Makna

ARTI HADIRKU

Engkau hanya akan seperti bintang malam,
Yang indah ku lihat,
Tapi tak setitik pun cahayamu dapat ku raih
Engkau hanya akan seperti angin
Yang dapat ku rasa hadirmu,
Tapi tak sedikit pun dapat ku genggam
Engkau hanya seperti pelangi,
Yang memberi warna di kelamnya hari ku,
Tapi hanya sesaat....
engkau hanya mimpi indah ku,
yang tak pernah bisa menjadi nyata
engkau tak pernah tau aku,
dan rasa ku untukmu
engkau hanya tau,
aku adalah seseorang yang tak pernah ada dalam setiap ingatanmu
nafasmu,
dan pandanganmu...
yang kau tahu,
aku hanyalah debu yang tak pernah ternilai dalam setiap hadirnya
aku hanya serpihan – serpihan
yang tak mampu menjadi ratu di hati dan hidupmu...

Mencari Rasa Yang Hilang

mentari seakan lelah menyinari bumi
bulan tlah pergi meninggalkan malam
senja pun menghabiskan detiknya tanpa pelangi...
lalu dimana kesetiaan itu,
dimana janji yang tlah diucapkanya...
apakah rasa lelah itu mengalahkan sgla rasa sayangnya....
apakah cinta itu tlah punah tertelan waktu yang terus berlari
lalu,
kemana perginya sgla rasa itu
apakah kesangupan hati dapat menemukan dan merebutnya kembali
namun,
 tak mampu diri ini terbang tanpa sayap darinya
kuasaNya mungkin tak bisa diragukan,
karna,
hanyalah Dia yang mampu menggenggam kedua jemari ini
dan,
menemukan rasanya yang tlah hilang...

KERTAS KEHIDUPAN

Aku terlahir bagaikan kertas putih  yang kosong
Tanpa noda,
Tanpa warna,
Dan tanpa goresan yang tertera
Hingga izinNya membuatku mengukir setiap lembaran dengan indah
Namun aku  sadar,
Tak slalu diri ini merangkainya dengan kesempurnaan
Ada saatnya goresan pahit itu menyertai setiap bait  kisah ini
Ada saatnya rintik hujan pun membasahi setiap syair cerita ini
Dan ada saatnya pudar itu menumpahkan setiap titik warnanya
Takdir mengantarkan langkah ini menuju sebuah arti
Waktu pun memusnahkan setiap ego ini
Menciptakan kekuatan dalam menghadang setiap ombak
Dan menyadarkan aku,
Untuk tak membiarkan setiap kisah itu
menjadi abu yang tak berarti...

AWAN KELABU

Genggaman itu kini tak lagi mampu setia
Belaian kini tlah menjadi  cambukan yang merobek setiap kisah ini
Setiap kehangatannya sudah berubah menjadi kebekuan yang sulit mencair
Langkah pun tak lagi mampu menusuri setiap sisi cahayanya lagi
Lelah,
Satu kata diantara milyaran makna
Yang mampu melukisakan setiap deskripsi  hati ini
Begitukah rasa yang diidamankan setiap insan
Yang hanya memberi akhir yang kelam
Memberi sakit setelah bahagia diciptakanya
Lalu,
Dimanakah aku  harus membuang sgla rasa ini
Rasa yang slalu setia mengikuti jejak hari ku
aku seperti awan kelabu yang malang
yang siap menurunkan setiap tetes kesedihanya pada dunia
dan harap ini,
aku mampu menjadi awan yang bertahan di antara ribuan petir
dan menanti pelangi itu datang kembali
menggenggam erat kembali  dengan kehangatanya
dan memeluk kebekuan diri ini...

TEGAR

Aku ingin tegar,
Disaat ombak itu datang menghadang
Menghancurkan setiap benteng pertahananku

Aku ingin tegar,
Disaat duri itu menusuk setiap relung jiwaku
Membuat ku terluka dengan beribu sakit yang terasa

Aku ingin tetap tegar,
Disaat pandangan itu merendahkan setiap impian besarku
Melihat dengan satu matanya yang penuh dusta

Karena aku yakin,
Meski saat ini aku masih berada di bawah kuasanya
Aku slalu yakin,

Bahwa esok akan mengantarkan aku ke pintu kebahagiaan itu berada...

BIDADARI TERINDAH

Dia melangkah di sepanjang kaki dunia yang tajam
Dia bertahan di tengah keringnya padang kehidupan
Meski sgla pahit itu terasa
Meski  beribu pisau itu menusuk relung jiwanya
Dia mampu berdiri dengan satu keyakinan yang kuat
Bahwa semua akan berlalu,
Dia mampu memberikan pelangi kepada dunia
Tegar itu slalu tumbuh dalam hatinya
Genggamanya mampu mengantarkan pada kebahagianya yang sederhana
Pelukanya slalu mampu memberikan beribu kehangatan pada jiwa yang kelam
Meski kini,
IzinNya untuk dia hanya sampai disini
Senyuman itu kini tlah beku
Canda dan tawanya kini tlah pudar
Semangatnya kini tlah redup
Takdir menghentikan setiap langkah mimpinya
Meninggalkan kenangan indah yang tak terlupa
Sang Bidadari kini tlah pergi
Mengakhiri setiap cerita hidupnya
Dengan kebahagiaan di sisa akhir hidupnya

PUISI GALAU

Engkau hadir tanpa ku mengerti
Dengan membawa satu makna yang sulit ku pahamikau mampu merobak setiap dinding pertahanan ini
Kau mampu menemukan kunci hati ini  yang tlah lama hilang
Menggantungkan satu bintang yang paling bersinar
Kau lukisakan kisah terindah yang tak mudah terhapus oleh sang waktuKini,
Mawar itu tlah berubah menjadi duri yang sangat tajam
Bintang terang itu kini tlah menjadi redup
Egonya begitu tega ,menumpahkan perlahan tinta kepedihan di lukisan indah yang dulu di goresnya
tawanya menari di taman hati ini  yang tlah hancur...
kelembutan yang pernah disentuhnya
kini sepreti retakan kaca
yang  menyeretkan luka pada setiap kisah indah
dan merobek sketsa
yang dulu pernah diukirnya....