Tuesday, November 21, 2017

Sejarah Senam Lantai di Indonesia


BACA DENGAN TELITI Artikel ini sudah saya buat Dengan Word. Anda Bisa Ambil Di Sini

Contoh dibawah ini. 


Sejarah Senam Lantai di Indonesia





1. Pengertian Senam Lantai Senam lantai ( floor exercise) ialah satu unsur dari rumpun senam, cocok dengandengan istilah Lantai,maka gerakan-gerakan senam yang dilaksanakan di atas yang beralasanmatras atau permadani atau sering pun disebut dengan istilah pelajaran bebas,sebab padawaktu mengerjakan gerakan atau latihannya. Pesenam tidak bolehmemakai alat atausuatu benda. Senam lantaimemakai area yang berukuran 12 x 12 meter, danlokasi 1meter guna menjaga ketenteraman pesenam yang baru melakukan pelajaran atau susunan gerakan. Unsur bagian gerakannya terdiri mengguling, melompat berputar di udara, menumpu dengan dua tangan atau kaki untuk menjaga sikap sebanding pada masa-masa melompat ke depan atau ke belakang. Bentuk gerakannya merupaka gerakan dasar senam perkakas, format latihannya pada putera maupun puteri pada dasarnya ialah sama,hanya guna puteri dimasukkan unsur-unsur gerakan balet.  2. Sejarah Senam Lantai A. Sejarah Senam Lantai di Dunia. Dari abad ke-19 mengarah ke abad ke-20 terjadipergantian pada seluruh bidang lapangan hidup. Penemuan mesin uap dan tenaga listrik membawa  perubahan dalam teknik kerja. Kerja insan harus menyusaikan diri dari perangkat kerja tangan menjadi kerja mesin uap. Bersama dengan penemuan dalam bidan kiat dan IPA terjadi evolusi pula dalam pandangan ilmu pengetahuan jiwa, olah karenatersebut terjadi evolusi besar dalam senam. Pada tahun 1908, senam guna kesatu kalinya dipertandingkan dalam Olimpiade IV di London, Inggris. sekaligus dalam event itu dibentuklahsuatu organisasi senam dunia yang disebut FIG (Federation International Gymnastic).  B. Sejarah Senam Lantai di Indonesia Olahraga senam masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya tentara Jepang, diperlihatkan dengan dikenalkannya senam Talso di kalangan tentara PETA. Pada tahun 1963, senam mulai dipertandingkan di pesta olahraga GANEFO (Games of The New Amarging Force)dan induk organisasi senam di Indonesiaialah Persani (Persatuan Senam Seluruh Indonesia. 3. Macam - Macam Senam Lantai  1. Guling ke depan (Forward Roll)   Guling depan ialah guling yang dilaksanakan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk mengerjakan guling ke depan : a. Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan. b. Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua telapak tangan di atas matras. c. Siku ke samping, masukkan kepala salah satu dua tangan. d. Sentuhkan bahu ke matras. e. Bergulinglah ke depan. f. Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi tangan merangkul lutut. g. Sikap akhir guling depan ialah jongkok lantas berdiri tegak.   2. Kayang   Kayang ialah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam suasana terbalik dengan meregang danmengusung perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yakni dengan menanam kaki lebih tinggi menyerahkan tekanan pada bahu dan tidak banyak pada pinggang.Manfaat dari gerakan kayangialah untuk menambah kelentukan bahu, bukan kelentukan pinggang.    Cara mengerjakan gerakan kayang inilah ini :    a. Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul. b. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang. c. Kedua tangan diputar ke belakang hingga menyentuh matras sebagai tumpuan. d. Posisi badan melengkung laksana busur.   3. Lompat harimau   Secara prinsip kiat gerakan loncat harimau tidak jauh bertolak belakang dengan kiat gerakan roll ke depan.Loncat harimau ialah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus ke depan padaketika melayang dan diteruskan dengan gerakan mengguling ke depan dan sikap akhir jongkok. Cara melakukannya sebagai berikut: a. Berdiri tegak, kedua lengan lurus di samping, pandangan lurus ke depan. b. Kedua kaki menampik pada papan tolak disertaibuaian lengan keatas, badan melayang, tangan menumpu pada pangkat kuda-kuda, dan pandangan dipusatkan di depan dekat tangan.  c. Kedua tangan menampik dengan sekuat tenaga dan lutut di lipat ke dada. Luruskan tungkai ketika berada diatas ujung kuda-kuda. d. Sikap akhir jongkok terus berdiri.   4. Hands Stand   Langkah-langkah mengerjakan hands stand : a. Sikap permulaan berdiri tegak, di antara kakitidak banyak ke depan. b. Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangan tidak banyak ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkai belakang lurus. c. Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut. d. Kedua tungkai rapat dan lurus adalah satu garis dengan badan dan lengan, pandangan diantaraandalan tangan, badan dijulurkan ke atas.  e. keseimbangan.   5. Meroda   Meroda ialah Gerak memutar tubuh dari sikap menyamping dengan andalan gerakan pada kedua kaki dan tangan.Latihan meroda dapat dilaksanakan secara bertahap yakni dari mengerjakan satu kali gerakan meroda,apabila sudah menikmati baik bisa di tingkatkan menjadi sejumlah kali gerakan :  a. Mula-mula berdiri tegak menyamping, kedua kakidimulai sedikit lebar, kedua tangan lurus ke atas serong ke samping (menyerupai huruf  V) dan pandangan ke depan  b. Kemudian jatuhkan badan ke samping kiri, letakkan telapak tangan ke samping kiri, lantas kaki kanan terangkat lurus ke atas. Disusul denganmenempatkan telapak tangan di samping tangan kiri.  c. Saat kaki kanan diayunkan, maka kaki kiriditampik pada lantai, sampai-sampai kedua kakitersingkap dan serong ke samping.  d. Kemuidan letakkan kaki kanan ke samping tangan kanan, tangan kiri terangkat disusul denganmenempatkan kaki kiri di samping kaki kanan.  e. Badan terangkat, kedua lengan lurus ke atas ke posisi semula.  Cara memberikan pertolongan meroda ialah sebagaiinilah :  a. Pembantu memberikan pertolongan dengan teknik berdiri di belakang orang yang mengerjakan gerakan meroda . b. pada ketika badan dan kedua kaki yangmengerjakan meroda terangkat ke atas, penolong segera memegang kedua sisi pinggulnya . c. Pada masa-masa gerakan meroda ke samping,penolong tetap memegang kedua sisi pinggulnyahingga kedua kaki menumpu di lantai   .6. Lompat Jongkok   Cara mengerjakan lompat jongkok :  a. Awalan lari cepat badan condong kedepan   b. Kedua kaki menampik pada papan sekuat-kuatnya disertai buaian lengan dari belakang bawah kedepan, badan lurus, dan tungkai di pisahkan. c. Saat tangan menyentuh pada unsur pangkal kuda-kuda segera menampik sekuat-kuatnya.badan melasyang diatas kuda-kuda dalam sikap lurus, lengan direntangkan, tungkai lurus dipisahkan, dan pandangan kedepan.  d. Mendarat dengan ujung kaki mengeper dan lengan di rentangkan keatas.    7. Round Off  Round off ialah Suatu satuan gerakan yang terdiri dari :   a. Melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak. b. Menolak dengan ke 2 tangan andalan pada ketika ke 2 kaki akan tiba di lantai.    Cara mengerjakan :  a. Melakukan hand stand (bagi anak yang belumdapat melakukan hand stand dilaksanakan dengan bantuan). Mengangkat 1 tangan dari lantai, tangan kanan dan kiri bergantian. b. Sama dengan atas, namun tangan yang diusung ditempatkan di depan, lantas memindahkan tangan yang beda disisi tangan yang kesatu tadi, badan berputar pada sumbu tegak. Pada pelajaran 1 dan 2ketika kembali berdiri dengan teknik bebas. c. Melakukan hand stand dengan menempatkan ke 2 tangan menghadap arah datang, jadi pada ketika ke 2 tangan menghampiri ke lantai, ke 2 tangan diputar sedemikian sampai ujung jari menghadap arah datang. Pada pelajaran ini tetap ditolong hingga sikap hand d. Melakukan pelajaran 3. Pada ketika ke 2 kaki rapat bakal turun dengan tolakan ke 2 tangan meninggalkan lantai. e. Melakukan pelajaran 3 dan 4 dengan irama yang cepat. Bila butuh tetap dibantu, khususnya sikap hand stand yang dilangsungkan sangat singkat.Agardapat melatih kekuatan tangannya dengan baik. f. Melakukan pelajaran 5, yang dilaksanakan cepat dengan awalan 2/3 langkah. Dengan tangan langsung menyentuh matras dan lantas kaki langsung lurus ke atas.   8. Lompat Kangkang   Lompat kangkang ialah Lompatan dengan panggul ditekuk atau menyudut yakni lompatan denganmenciptakan sikap kangkang tanpa meluruskan badan terlebih dahulu. Teknik pelaksanaannya ialah sebagai berikut: a. Setelah awalan dan take off. angkat panggul tinggi-tinggi b. Pada ketika tangan menyentuh peti atau kuda lompat, panggul ditekuk, tangan dimulai (gerakan ke samping). c. Tolakan tangan powerful dengan mengusung dada dan kepala ke arah atas. d. Setelah kaki melalui peti lompat, luruskan badan dan rapatkan tungkai sebelum mendarat. e. Mendaratkan kedua kaki dengan rapat, lutut agak ditekuk.   9. Head Stand   Cara mengerjakan Head Stand :  a. Berdiri dengan kepala ialah sikap tegak dengan bertumpu pada kepala dan ditopang oleh kedua tangan. b. Sikap permulaan menunduk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi dan tangan menyusun segitiga sama sisi.  c. Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan.Bagi menjaga supaya badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung membusur.  d. Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke atas.   Kesalahan-kesalahan yang sering dilaksanakan saatmengerjakan head stand yaitu:    a. Penempatan kedua tangan dan kepala tidakmenyusun titik-titik segitiga sama sisi. b. Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha.  c. Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha tidak cukup kuat.  d. Akibat dari poin b dan c diatas mengakibatkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan.  e. Alas dasar/lantai lokasi kepala bertumputerlampau keras sehingga memunculkan rasa sakit. f. Terlalu cepat/kuat pada ketika menolak.  g. Sikap tangan yang salah, yakni jari tangan tidak menghadap kedepan.   10. Guling Lenting   Beberapa urusan yang me sti diacuhkan ketikamengerjakan lenting tengkuk :  a. Sikap Awal Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan kedua lengan diusung lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, tetakkan kediua tangan di matras kira-kira satu tahapan dari kaki. Setelah tersebut letakkan tengkuk salah satu kedua tangan sambil memungut sikap guling depan. Kedua kaki dijaga supaya tetap lurus. b. Pelaksanaan  Ketika posisi guna guling depan tercapai, segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh telah berada di atas kepala, kedua kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil ditolong oleh kedua tangan yang mendorong badan dengan mengurangi matras. Lecutan ini mengakibatkan badan melenting ke depan. c. Sikap Akhir Ketika layangan selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan kedua lengan tetap terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.
Previous Post
Next Post

0 komentar: