Monday, November 27, 2017

Sejarah Kerajaan Demak Serta Peninggalannya

Berdirinya Kerajaan Demak
Sempatkah anda mendengar Demak? atau malah terus-terusan memijak Kota Demak. Kota yang populer dengan sebutan “Kota Wali” ini nyatanya menaruh banyak histori yang pantas anda kenali. Bagaimana tidak? Kota Demak pada era ke-16 M adalah satu kerajaan atau kesultanan islam pertama serta paling besar di lokasi Pantai Utara Jawa. Sebelumnya jadi kerajaan, Demak yaitu Kadipaten sisi dari Kerajaan Majapahit dengan Raden Patah jadi Adipatinya. 

Berdirinya Kerajaan Demak 

Pendiri dari Kerajaan Demak yaitu Raden Patah, sekalian jadi raja pertama Demak pada th. 1500-1518 M. Raden Patah adalah putra dari Brawijaya V serta Putri Champa dari Tiongkok. Raden Patah dengan diam-diam pergi ke Jawa yang persisnya di Surabaya serta berguru pada Sunan Ampel. Lalu Sunan Ampel memerintahkan pada Raden Patah agar geser ke Jateng untuk buka rimba Glagah Wangi atau Bintara lantas membangun pesantren. Makin lama, banyak sebagai santri di pesantren itu serta selanjutnya, Demak berkembang cepat. Raden Patah dikukuhkan jadi Adipati Demak oleh ayahnya, Brawijaya V serta ganti nama Demak jadi Bintara yang pada akhirnya dimaksud Demak Bintara. 

Sejarah Kerajaan Demak 

Satu saat, Majapahit alami kekurangan dengan terdapatnya pemberontakan serta persaingan perebutan kekuasaan antar keluarga kerajaan. Lihat kondisi itu, Raden Patah malah memakainya untuk melepas diri dari Kerajaan Majapahit. Dibantu beberapa Bupati, Raden Patah pada akhirnya menyerang Majapahit pada pemerintahanBrawijaya VI. Lalu berdirilah Kerajaan Demak jadi kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa di bawah kepemimpinan Raden Patah jadi raja pertama. 

Kejayaan Kerajaan Demak 

Demak alami masa kejayaan pada pemerintahan Sultan Trenggono (1521-1526), yaitu raja ke-3 sesudah Pati Unus. Sultan Trenggono adalah anak dari Raden Patah yg tidak beda adik Pati Unus. Pada saat pemerintahannya, Demak kuasai Sunda Kelapa dari Pajajaran dan menyingkirkan beberapa tentara Portugis yang mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Surabaya serta Pasuruan (1527), Madiun (1529), Malang (1945), serta dan Blambangan, kerajaan Hindu paling akhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Lalu pada th. 1546 Sultan Trenggono wafat dalam satu pertempuran mengalahkan Pasuruan. 
  
Robohnya Kerajaan Demak 

Meninggal dunianya Sultan Trenggono menyebabkan perseteruan persaingan perebutan kekuasaan antar saudara. Pengganti Sultan Trenggono, Pangeran Sido Lapen yang disebut saudara Sultan Trenggono dibunuh oleh Pangeran Prawoto yg tidak beda yaitu anak dari Sultan Trenggono. Lalu anak dari Pangeran Sido Lapen, Arya Penangsang membunuh Pangeran Prawoto serta menggantikan kekuasaan. Bukan sekedar berhenti disitu, Arya Panangsang pada akhirnya dibunuh oleh anak angkat Joko Tingkir, yakni Sutawijaya. Selanjutnya, th. 1568 M tahta Kerajaan Demak jatuh ditangan Joko Tingkir. Lalu ibukota Demak dipindah ke Pajang. 

Peninggalan Kerajaan Demak 

Masjid Agung Demak 
Makam Sunan Kalijaga 
Pintu Bledeg di buat oleh Ki Ageng Selo 
Bedug serta kentongan karya Wali Songo 
Soko Tatal serta Soko Guru (tiang Masjid Agung Demak) 
Piring Campa dari Putri Campa (Ibu Raden Patah) 

Kesimpulan

Kerajaan ini cuma berusia pendek. Tetapi, beberapa rajanya adalah pahlawan-pahlawan mujahid paling baik. Raja pertama mereka yaitu Raden Fatah, yang berhasil jadikan negerinya jadi satu negara berdiri sendiri pada eranya. Kemudian anaknya, Patih Yunus (Adipati Unus) berkuasa. Dia berhasil membuat pelebaran lokasi kerajaan. Dia menyingkirkan kerajaan Majapahit yang beragama Hindhu, yang ketika itu beberapa wilayahnya merajut kerja sama juga dengan beberapa orang Portugis. 
Sesudah meninggal dunianya Patih Yunus pada th. 938 H/1531 M, memerintahlah raja paling populer dari kerajaan ini yakni Raden Trenggono (Sultan Trenggana). Dia yaitu seseorang mujahid besar yang diantara hasil usahanya yang populer yaitu masuknya Islam ke daerah Jawa Barat. Dia meninggal dunia pada th. 953 H/1546 M. 
Kebudayaan yang berkembang di kerajaan Demak bercorak Islam. Hal itu terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya berbentuk masjid, makam, batu nisan, kitab suci Al-Quran, kaligrafi serta karya sastra. Hingga saat ini juga Demak dikenal jadi pusat pendidikan agama I 

Sekian keterangan mengenai Histori Kerajaan Demak yang bisa anda baca. Jika ada kekeliruan dalam penulisan diatas mohon maaf ketidaknyamanan nya.
Previous Post
Next Post

0 komentar: