Monday, November 27, 2017

Sejarah Lengkap Kerajaan Malaka di Indonesia

perkembangan keraan malaka
Sesudah mengulas tentang sejarah Demak, jadi pada saat ini kita juga akan mengulas tentang Kerajaan Malaka. Kerajaan Malaka saat ini termasuk juga lokasi negara Malaysia, namun karna Malaka memainkan peran perlu dalam perkembangan kerajaan kerajaan Islam di Indonesia jadi kerajaan Malaka butuh dibicarakan dalam sejarah Islam di Indonesia. 


Perkembangan Kerajaan Malaka di pengaruhi oleh ramainya perdagangan internasional Samudera Hindia. Pelabuhan Malaka terlebih dulu tidak mempunyai kekuasaan politik, terkecuali jadi tempat persinggahan beberapa pedagang dari beragam bangsa, terlebih pedagang yang beragama Islam. Tidak di ketahui dengan tentu bagaimana awal berdirinya Kerajaan Malaka ini. Berdasar sebagian versus, kerajaan ini dibangun oleh seseorang pangeran Lokasi kekuasaan kerajaan Malaka dari Palembang bernama Parameswarayang lari ke Malaka saat berlangsung serangan dari Majapahit. Ia membangun kerajaan Malaka sekitaran th. 1400. Pada awalnya, Parameswara yaitu seseorang raja yang beragama Hindu. Sesudah memeluk Islam, dia ganti namanya dengan nama Islam, Muhammad Syah (1400-1414) . Raja pertama ini lalu digantikan oleh Sultan Iskandar Syah (1414-1424). 

Kerajaan Malaka 

Setelah itu raja-raja yang berkuasa di Malaka yaitu Sultan Muzaffar Syah (1424-1444), Sultan Mansur Syah (1444-1477), danSultan Mahmud Syah (1477-1511). Malaka dibangun lewat 2 x kekalahan dalam perang yang dihadapi oleh pendirinya Parameswara, ia adalah pangeran dari kerajaan Hindu, Sriwijaya yang menikah dengan seseorang putri dari Majapahit serta lalu mesti ikut serta dalam perang saudara yang berlangsung di kerajaan Majapahit sesudah pemimpinnya, Hayam Wuruk wafat dunia. Parameswara yang kalah dalam perang, pada akhirnya melarikan diri ke daerah yang kita kenal saat ini jadi Singapura serta membangun satu Kerajaan bernama Tumasik. Tetapi tidak lama sesudah berdiri, kerajaan ini terserang serta berhasil dikuasai oleh armada laut Majapahit. Untuk yang ke-2 kalinya Parameswara kalah dalam peperangan yang ia alami. 

Lihat kerajaanya hancur demikian saja, pada akhirnya Parameswara mengambil keputusan melarikan diri serta mencari daerah jadi keinginan baru untuk ke-2 kalinya. Sesudah mencari-cari pada akhirnya Parameswara mengambil keputusan untuk membangun satu kerajaan di daerah Semenanjung Malaya, kerajaan ini lalu di kenal jadi Kerajaan Malaka. Dengan semangat baru Parameswara lalu berusaha untuk meningkatkan kerajaanya dengan membuat satu pelabuhan jadi pusat perdagangan mengingat tempat Kerajaan Malaka ada di tempat yang strategis. Dari pelabuhan berikut keinginan untuk Malaka yang jaya keluar. Pedagang dari bangsa – bangsa hebat pada saat itu seperti Gujarat, Arab, Tiongkok dsb bermunculan di pelabuhan Malaka. Pembangunan pelabuhan berikut lalu sebagai aspek terpenting kejayaan kerajaan Malaka. 

Bermunculan pedagang – pedagang dari Arab serta Gujarat yang notabene beberapa besar beragama Islam mengakibatkan perekonomian Kesultanan makin baik serta agama Islam juga makin kental di lokasi Kesultanan Malaka. Kuatnya dampak Islam di lokasi kesultanan juga mengakibatkan Parameswara memeluk Islam, ganti namanya jadi Iskandar Syah serta lalu jadikan Malaka jadi kesultanan ke-2 yang berada di Nusantara sesudah Samudra Pasai. 

Dalam eksistensinya yang cuma meliputi satu era, Kesultanan Malaka alami perubahan pemimpin sampai empat kali sesudah meninggal dunianya sang pendiri, Iskandar Syah. Tidak lama sesudah Iskandar Syah meninggal dunia, kepemimpinan Kesultanan Malaka dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Muhammad Iskandar Syah atau lebih di kenal jadi Megat Iskandar Syah. Di masa pemerintahanya yang cuma sepuluh th. ia berhasil memajukan Kesultanan Malaka di bagian pelayaran serta berhasil kuasai jalur perdagangan di lokasi Selat Malaka dengan taktik perkawinan politik. Muhammad Iskandar Syah bahkan juga berhasil kuasai Samudra Pasai dengan gampang. Dengan menikah dengan seseorang putri Samudra Pasai, kerajaan Islam pertama di Nusantara itu juga pada akhirnya tunduk pada Malaka. 

Kerajaan Malaka mempunyai peranan yang begitu besar di bagian perdagangan. Perdagangan jadi sumber paling utama pendapatan Kerajaan Malaka. Ada banyak ciri tentang perdagangan di Malaka. 

  • Raja serta petinggi tinggi kerajaan ikut serta dalam aktivitas dagang. Mereka mempunyai kapal, nakhoda, serta awak kapal yang bekerja padanya. Diluar itu, mereka juga menanamkan modalnya pada perusahaan pelayaran. 
  • Pajak bea cukai yang dipakai pada tiap-tiap barang dibedakan atas asal barang. Barang yang datang dari Asia Barat, seperti India, Persia, Arab, dan sebagainya, dipakai bea sebesar 6%. Sedang barangbarang dari Asia Timur, termasuk juga pedagang dari kepulauan Nusantara tidak dipakai bea cukai, tetapi mereka mesti memberi upeti pada raja serta beberapa pembesar pelabuhan. 
  • Perdagangan digerakkan dalam dua type. Pertama, pedagang memasukkan modal berbentuk barang dagangan yang diangkut dengan kapal untuk di jual ke negeri beda. Ke-2, pedagang menitipkan barang atau meminjamkan uang pada nakhoda yang juga akan membagi keuntungannya dengan pedagang pemberi modal. 
  • Kerajaan keluarkan beragam undang-undang yang mengatur perdagangan di Kerajaan Malaka, supaya perdagangan jalan lancar. 

Kerajaan ini alami keruntuhan sesudah Malaka dikuasai oleh Portugis dibawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque, pada th. 1511. Dengan hal tersebut, kekuasaan politik Kerajaan Malaka cuma berjalan lebih kurang satu era.
banner
Previous Post
Next Post

0 komentar: